DESA MILENIAL TOMBAK NEGARA
Perkembangan zaman telat merubah struktur kehidupan secara global. Tingkatan perkembangan dari zaman ke zaman mulai menunjukan peranan dalam peningkatan suatu negara. Di Indonesia sendiri, desa yang notabennya menjadi salah satu pilar negara tak luput dari terjangkitnya perkembangan zaman. Hal ini didasari oleh kemajuan desa yang menjadikan desa terlihat lebih konstruktif dalam menjalankan roda kehidupan maupun dilihat dari segi pemerintahan. Dari sisi lain, kemajuan desa dapat menjadi kunci bangsa Indonesia untuk meningkatkan kestabilan ekonomi, politik, maupun sosial.
Desa yang menjadi dasar
dalam pembangunan negara Indonesia dapat memajukan perekonomian negara karena
desa memiliki potensi sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakatnya
maupun negara. Desa dapat menjadi pemasok bagi pendapatan negara asalkan desa
dikelola dengan baik dan benar. Sebagai contohnya desa di Indonesia memiliki
potensi alam yang kaya dan juga sebagai penghasil kerajinan yang cukup terkenal
sampai manca negara. Indonesia dapat memanfaatkan sektor pertanian untuk dapat
menciptakan kecukupan pangan dan seharusnya dapat mengekspor hasil pertanian. Banyak
juga pengrajin yang memiliki kemampuan mumpuni yang berasal dari desa yang
tersebar dengan ciri khas masing – masing, potensi ini dapat dimanfaatkan untuk
memperkenalkan kerajinan dan budaya Indonesia ke taraf internasional.
Perpolitikan yang
terbangun desa juga turut berkembang melalui masyarakatnya yang sekarang lebih
terbuka terhadap kehidupan berpolitik. Awalnya masyarakat desa yang buta akan perpolitikan
mulai membuka mata seolah mereka bosan dan jenuh apabila tidak turut serta
dalam membangun bangsa lewat politik. Hal ini membawa dampak positif karena
desa dapat meningkatkan perkembangan dari roda pemerintahan yang ada disana dan
selain itu terciptanya sumber daya manusia yang lebih bermutu dengan
peningkatan wawasan dalam berpolitik
Perkembangan masyarakat
desa dilihat dari segi sosial mendai bahwa kehidupan mereka dalam menjalani
aktifitas sehari-hari juga telah berubah. Kentalnya adat istiadat didesa dan
eratnya silahturahmi memang tidak akan hilang namun pada masa sekarang hal itu
sudah mulai luntur. Walaupun interaksi sesama masyarakat desa masih terjalin
namun lunturnya nilai sosial di desa dapat dilihat dari pembangunan pagar
pembatas rumah. Hal ini menandai bahwa masyarakat desa sekarang lebih berhati –
hati terdahap masyarakat desa lainnya. Maraknya kasus pencurian juga mendasari
dibangunnya pagar pembatas ini. Padahal masyarakat desa dahulu jarang yang
membangun pagar pembatas ini atau bahkan tidak ada. Induvidualisme juga
terlihat dari masyarakat desa yang sekarang juga jarang mengedepankan prinsip
gotong royong. Melihat dari semua itu, perkembangan sosial didesa juga tidak
melulu tentang hal negatif. Seperti contohnya masyarakat desa sekarang lebih
terbuka dengan teknologi dan lebih aktif dalam berpatisipasi mengelola desanya
agar lebih baik.
Semua ini tak lepas dari
perkrmbangan zaman yang canggih dan perubahan pola pikir masyarakat secara
global. Desa yang maju akan menjadi ujung tombak bagi negara apabila dapat
dimanfaatkan dengan baik dan benar. Sejatinya desa tidak akan pernah sama
dengan kota namun perkembangan yang terjadi di desa harus sama dengan taraf
perkembangan yang terjadi di kota karena desa tidak boleh menjadi desa “zombie”
yang berisikan masyarakat cerdas namun tanpa guna.

Komentar
Posting Komentar