PESATNYA PERTUMBUHAN DESA WISATA DI INDONESIA



Indonesia merupakan Negara yang hapir 50% wilayahnya adalah wilayah pedesaan. Wilayah pedesaan di Indonesia kian tahun kian berkembang, perspektif masyarakat tentang desa yang konservatif, tradisional dan masih terbelakang tahun demi tahun mulai berubah. Desa pada masa sekarang tidak kelah dengan wilayah perkotaan dari mulai kehidupan masyaraktanya, pola pikir dari masyarakatnya dan juga pendapatan masyarakatnya tetapi masyarakat di desa tetap tidak meninggalkan kearifan lokal desanya.
Banyaknya desa unik di Indonesia membuat adanya daya tarik tersendiri dari desa tersebut yang bisa menarik minat agar orang orang datang ke desa tersebut. Hal ini nantinya dapat dijadikan sebagai peluang bagi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desanya dengan cara menjadikan desa tersebut sebagai objek pariwisata yakni sebagai desa wisata. Menurut Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 26 Tahun 2010 pengertian desa wisata yakni “Desa Wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasulitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.” Melihat prospek bagus dari adanya desa wisata, saat ini banyak sekali desa di Indonesia yang berkembang menjadi desa wisata.
Banyak manfaat yang ditimbulkan dari adanya desa wisata yakni bertambahnya lapangan pekerjaan di desa, mengurangi tingkat pengangguran di desa,  mengurangi kepadatan penduduk di kota. Masyarakat desa sudah tidak perlu lagi pindah ke kota untuk mencari pekerjaan, karna tersedianya lapangan pekerjaan di desanya sendiri, hal ini akhirnya dapat mengurangi kepadatan penduduk yang terjadi di kota. Karna hampir 40% penduduk perkotaan berasal dari kegiatan urbanisasi masyarakat desa.
Salah satu contoh desa yang berkembang menjadi desa wisata yakni Desa Adat Kemiren di Banyuwangi. Desa Adat Kemiren di Banyuwangi dulunya hanyalah desa biasa. Dulunya masyarakat dari Desa Kemiren masih belum tau bagaimana potensi dari desa mereka. Setelah makin maraknya pekembangan desa wisata di Indonesia akhirnya berkembanglah desa Adat Kemiren menjadi desa wisata, dengan kiblat desa-desa wisata yang di Bali yang ada terlebih dahulu contohnya Desa Panglipuran. Keunikan yang dimilki oleh Desa Adat Kemiren adalah adat istiadatnya, masyarakat desa kemiren masih sangat kental dengan budaya Suku Osing yakni suku asli masyarakat Banyuwangi. Adanya Seblang sebagai tarian khas Banyuwangi yang berasal dari desa kemiren menjadi salah satu daya tarik Desa Adat Kemiren. Selain Seblang buda ngopi bareng warga Desa Kemiren juga menjai suatu keunikan tersendiri dari Desa Adat Kemiren yang akhirnya dijadikan suatu festifal yang bernama “Festifal Ngopi Sepuluh Ewu” yang masuk dalam agenda Banyuwangi Festifal.
Tidak serta merta sebuah desa dapat menjadi desa wisata. Tetap ada karakteristik tertentu yang kiranya dapat mendukung desa tersebut untuk menjadi sebuah desa wisata. Dan juga untuk menjadikan suatu desa menjadi desa wisata harus mengajukan pengajuan ke PNPM Mandiri Wisata.


Komentar